Bunga Sakura, Bunga Nasional Jepang
June 10, 2018
Mungkin Seperti Inilah Tips Berpuasa di Eropa
June 11, 2018
Show all

Melihat Lebih Dekat Hajar Aswad yang Melekat Di Ka’bah

Melihat Lebih Dekat Hajar Aswad Yang Melekat Di Ka’bah

Setiap tahunnya, umat muslim dari seluruh penghujung dunia mengunjungi Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi. Baik itu melakukan Umrah maupun Haji. Dan saat mereka melakukan Haji atau Umrah, salah satu hal yang tidak boleh mereka tinggalkan adalah mencium Hajar Aswad disalah satu sudut Ka’bah.

Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari Surga, dan yang pertama kali menemukan batu tersebut ialah Nabi Ismail AS, dan Nabi Ibrahim AS lah yang telah meletakkannya. Pada saat ini, Hajar Aswad diletakkan disisi luar Ka’bah sehingga mempermudah orang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan Sunnah Rasul, karena Rasulullah SAW seringkali mencium batu dari Surga tersebut setiap saat Tawaf.

Pada masa Rasulullah SAW berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat dilanda banjir pada saat banjir bandang melanda kota Mekkah. Ketika sesampainya peletakkan Hajar Aswad tersebut, suku Quraisy berselisih, lalu siapa yang akan menaruhnya. Namun perselisihan tersebut nyaris sekali terjadi pertumpahan darah akan tetapi terselesaikan dengan membuat kesepakatan untuk menunjuk seorang pengadil (hakim) untuk memutuska. Pilihan tersebut jatuh kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW dengan bijak berkata kepada mereka, “berikan padaku sebuah kain”. Lalu didatangkanlah kain kepada beliau, lalu beliau mengambil Hajar Aswad dan menaruhnya dalam kain itu dengan tangannya. Kemudian beliau berkata “Hendaklah setiap qabilah memegang sisi sisi kain ini, lalu angkatlah bersama sama”. Mereka lalu mengangkat bersama sama dan ketika telah sampai pada tempatnya, Rasulullah menaruhnya kembali dengan tangannya sendiri kemudian bangunlah.

Banyak orang yang mengganggap jika hajar aswad masih utuh, yang dapat dilihat dan ditempatkan dalam bungkus perak. Namun sebenarnya, terdiri dari delapan batu kecil yang dibentuk bersama-sama menggunakan kemenyan Arab.

Batu terkecil di dalamnya tidak lebih besar dari 1 centimeter, sedangkan yang terbesar tidak melebihi 2 centimeter. Penutupnya, terbuat dari perak murni, dan hanya berfungsi sebagai mekanisme perlindungan untuk batu.

Ada halnya yang diperbolehkan untuk umat Muslim agar mencium Hajar Aswad dan menunjuk ke arah Hajar Aswad apabila mereka tidak dapat mencapainya.

Ads :

Ibadah Umrah dan Haji? Ingin menyempurnakan rukun Islam? Amicale menyediakan jasa travel Haji dan Umrah dengan pelayanan penuh. Tunggu apa lagi?? Ayo kita sempurnakan Ibadah kita selama masih berada di Dunia!

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat