Masjidil Haram. Mengapa Diberi Kata Haram ?
April 12, 2018
Beberapa Hukum dalam Ibadah Haji
April 12, 2018
Show all

Jemaah Haji Wanita Shalat Arbain di Masjid Nabawi

Para jemaah haji memang terhitung sering sekali mengerjakan shalat fardhu 40x di masjid nabawi di Madina tanpa terputus. Dengan begitu, para jemaah haji setidaknya tinggal di Madinah dari 8 sampai 9 hari. Menurut jumlah hari, setiap hari shalat wajib dilakukan 5 x dan dalam jangka waktu 8 sampai 9 hari, jumlahnya tercukupi 40x shalat fardhu tanpa terputus. Baca terus artikel tentang Jemaah Haji Wanita Shalat Arbain ini sampai selesai.

Tentu amalan ini sangat direkomendasikan sekali untuk dilaksanakan mengingat para jemaah haji datang jauh sekali dari Indonesia sehingga akan sangat disayangkan sekali jika tidak sampai shalat di masjid itu. Namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan hanya di Madinah saja, dimanapun kita berada, kita sebaiknya selalu shalat berjamaah di Masjid dan hendaknya ini tidak dilakukan secara terputus.

Tapi yang disayangkan adalah bahwa shalat fardhu selama 40 x tanpa terputus ini biasanya dilandasi oleh ketakutan untuk terbebas dari adzab pedih dan siksa dalam api neraka, padahal motivasi untuk melaksanakan shalat harus sedapat mungkin dilakukan di masjid di mana saja kita berada. Yang menarik untuk dicari tahu, apakah ada hadits atau dalil yang shahih mengenai hal ini, khususnya tentang Jemaah Haji Wanita Shalat Arbain ?

Hadits Shalat Arba’in

Setiap kali kita bicara tentang shalat arba’in, maka biasanya yang muncul adalah hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik yang diriwayatkan secara marfu’ bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang shalat di masjidku (nabawi) sebanyak 40 kali shalat tidak terlewat satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari adzab dan kemunafikan.” (HR Ahmad dan At-Tabaranany)

Sanad hadits ini ternyata masih dipermasalahkan. Beberapa ulama menyatakan bahwa sanad hadits ini terhitung kuat sementara lainnya mengatakan bahwa sanadnya lemah. Al-Haitsami di dalam Al-Majma’ mengatakan bahwa rijalnya (perawi) termasuk orang-orang yang tsiqah. Al-Mundziri di dalam At-Targhib mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para perawinya adalah orang-orang yang shahih.

Asy-Syeikh Nasib Ar-Rifa’i ulama di masa sekarang termasuk mereka yang menshahihkan hadits ini.

Al-Albani: Hadits Munkar

Namun Syeikh Al-Albani rahimahullah mempermasalahkan kekuatan hadits ini, beliau mengatakan bahwa hadits ini majhul (tidak dikenal) dan didalamnya ada dha’f (kelemahan).

Di dalam kitab beliau yang populer, Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah nomor 364 jilid 1 halaman 540, beliau mengatakan bahwa hadits ini munkar.

Di dalam kitab Dha’ifut At-Targhib wa At-Tarhib, nomor 755 disebutkan hadits ini munkar.

Jadi kesimpulannya, hadits ini dari segi kekuatannya masih diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian mengatakannya shahih dan yang lain mengatakan tidak.

Namun buat kita, seandainya memang kita berkesempatan untuk tinggal di Madinah setidaknya selama 8 atau 9 hari, maka sayang sekali bila kita tidak shalat berjamaah di masjid.

Wanita Shalat Jumat

Di dalam syariat Islam, wanita dibolehkan untuk melakukan shalat Jumat. Dan apabila seorang wanita telah melakukan shalat Jumat, maka tidak ada lagi baginya kewajiban untuk melakukan shalat Dzhuhur. Ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Baiklah sahabat, itulah sedikit bahasan mengenai Jemaah Haji Wanita Shalat ArbainSemoga bisa dipahami dan bermanfaat.

Ads :

Ayo Berlibur ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat