Dekat dengan Allah, Kunci Ketenangan Hidup Sejati
March 20, 2018
Mau Jadi Hafidz Ulung ?? Ini Trik Nya Lho
March 20, 2018
Show all

Memahami Rezeki Allah SWT Dimanapun Kita Berada

Setiap orang sudah dituliskan takdir baik dan takdir buruknya, termasuk untuk urusan rezekinya. Namun ketika kondisi perekonomian kita terpuruk itu berarti kita harus mengupayakan hal lainnya dengan upaya kita sendiri yang baik dan halal. Meskipun demikian dirasa perlu untuk memahami Rezeki Allah SWT karena setiap hari, setiap saat, kita semua bekerja untuk mendapatkan rezeki halal yang diridhai-Nya. Daripada itu bahasan ini menjadi bahan perbincangan kita yang menarik. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.

Ayat-ayat Al- Qur’an yang menceritakan tentang rezeki semoga keyakinan kita (bahwa semua rezeki itu adalah datang dari Allah Ar Razaq) bertambah semakin kuat dan mendalam.

Firman Allah SWT:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).

Jaminan rezeki dari Allah SWT pada mahkluk-Nya adalah jaminan yang pasti lagi benar untuk menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaran-Nya.

Firman Allah SWT:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

“Dan kepunyaan Allah kepemilikan segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan” (Surat Ali Imran, ayat 109).

Selain dari Allah SWT siapa lagi yang bisa mencukupkan sumber rezeki yang tidak pernah putus-putus untuk menghubungkan siklus kehidupan di alam ini. Bukan satu atau dua hari tetapi ribuan bahkan mungkin jutaan tahun hingga lebih. Hanya Dia saja yang berhak dan layak untuk menurun dan mengeluarkan segala rezeki dari sumber mana yang Dia kehendaki.

Inilah antara makna “ilah” yang terkandung di dalam kalimat syahadat yaitu “la ilah haillallah”. Dalam memahami Rezeki Allah SWT, kalimat syahadat ini mengajar kita i’tiqad “Tidak ada yang memberi rezeki selain Allah”. Jika seseorang mengakui bahwa ada makhluk yang memberi selain Allah berarti dia telah beri’tiqad dengan i’tiqad yang salah dan berakibat syirik.

Majikan atau tempat kita kerja adalah ibarat tukang pos yang mengirim surat kepada seseorang. Bukannya surat itu darinya sendiri, karena rezeki yang berada ditangannya itu juga datang dari Allah. Bagaimana jika Allah menahan rezeki kepadanya?

Firman Allah SWT:

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ

“Siapakah yang dapat memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki” (Surah Al-Mulk, ayat 21).

Keimanan tentang rezeki itu menjadi salah satu kunci seorang tidak akan tersibukkan dengan dunia, tidak menjadi pemburu harta, bisa bersikap zuhud, giat beramal, berdakwah amar makruf nahi mungkar dan ketaatan pada umumnya. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang rahasia zuhudnya.

Beliau menjawab, “Aku tahu rezekiku tidak akan bisa diambil orang lain.Karena itu, hatikupun jadi tenteram. Aku tahu amalku tidak akan bisa dilakukan oleh selainku. Karena itu, aku pun sibuk beramal. Aku tahu Allah selalu mengawasiku. Karena itu, aku malu jika Dia melihatku di atas kemaksiatan. Aku pun tahu kematian menungguku. Karena itu, aku mempersiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya.”

Nah bagaimana sahabat, bersikaplah zuhud dalam mencari rezeki, berpeganglah dan percayalah bahwa Rezeki Allah SWT adalah jaminan yang ditetapkan sendiri oleh-Nya.

Ads :

Ayo Berlibur ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

WhatsApp chat