Hikmah Iman Kepada Malaikat Allah, Yuk Baca Selengkapnya Di Sini !!!
February 25, 2018
Memanfaatkan Waktu Sebaik Mungkin Sebelum Berakhirnya Waktu
February 26, 2018
Show all

Haji dengan Uang Arisan Apakah Sah ?

Barangkali anda sudah sering mendengar kata arisan. Arisan itu banyak sekali macamnya, ada arisan ibu-ibu, arisan kantoran, hingga arisan motor. Arisan dilakukan dengan motif untuk mengumpulkan uang untuk membeli sesuatu atau sebuah keinginan. Pokoknya dalam arisan arisan semua orang bersosialisasi. Namun apa hukumnya melaksanakan Haji dengan Uang Arisan ? Berikut adalah rincian penjelasannya.

Haji dengan Uang Arisan Hukumnya Bisa Haram, contohnya dalam kasus berikut ini :

Apabila yang menang arisan itu nilainya berubah-ubah setiap tahun. Mungkin karena dikondisikan dengan tarif biaya perjalanan haji yang memang setiap tahun demi tahun pasti berubah-ubah. Keharamannya itu terdapat pada unsur jahalah yaitu ketidak pastian bagi yang menang. Tahun pertama jumlah uang untuk perjalanan haji lebih murah, tahun kedua lebih mahal sedikit.

Dan tahun ketiga lebih mahal lagi. Sehingga uang yang dikumpulkan ibu-ibu arisan pun semakin lama semakin bertambah. Karena tidak sama lagi dengan jumlah setoran pertama. Unsur jahalah (Ketidak pastian) inilah yang membuat arisan haji menjadi haram. Karena tiap tahun masing-masing peserta mengumpulkan uang yang nilainya setara dengan tarif haji yang berlaku untuk tahun itu.

Ini jelas-jelas tidak adil, karena Orang yang mendapat giliran menang pertama kali pasti akan menerima nilai uang yang jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan orang yang giliran menangnya terakhir. Karena beda nilai biaya perjalanan haji tahun ini dengan lima tahun kemudian. Sungguh sangat berbeda lagi apabila 10 tahun akan datang.

Misalnya:

Ada peserta arisan haji 10 orang. Biaya perjalanan haji mulai dari 30 juta, lalu tiap tahun naik misalnya 1 juta. Maka pada tahun kedua biaya haji menjadi 31 juta, tahun ketiga 32 juta dan seterusnya sampai tahun kesepuluh menjadi 40 juta. Nah perubahan nilai tarif haji akan berpengaruh dari uang setoran yang harus dikumpulkan oleh peserta arisan. pada tahun pertama, setiap orang harus setor 3 juta, tahun kedua 3,1 juta, tahun ketiga 3,2 juta sampai seterusnya tahun kesepuluh akan menjadi 4 juta yang harus di setor oleh setiap peserta arisan.

Nah karena nilai yang berubah-ubah tersebut lah yang menyebabkan Haji dengan Uang Arisan menjadi haram. Karena ketidak pastian tidak dibenarkan dalam hukum transaksi syari’ah.

Contoh Arisan Haji yang Hukumnya Boleh (Mubah) :

Apabila nilai hadiah yang didapatkan dari arisan tiap tahun itu, sama dan tidak berubah-ubah. Kalau arisan nilainya untuk tahun pertama 30 juta, maka untuk tahun kedua dan seterusnya sampai tahun kesepuluh itu juga tetap sama yaitu 30 juta. Tidak boleh lebih atau kurang. Walaupun biaya perjalanan haji tiap tahun itu berubah-ubah.

Ya kalau tarif haji itu tidak cukup 30 juta maka kita yang tomboki sendiri. Kalau lebih ya buat kita juga lah. Yang penting setiap orang mendapatkan uang arisan 30 juta tiap tahun.

Tapi alangkah baiknya, kita tidak melaksanakan Haji dengan Uang Arisan. Karena orang yang menang arisan dan kemudian berangkat haji. itu pada hakikatnya berangkat dengan biaya hasil berhutang, atau pinjaman dari teman-temannya. Sementara islam tidak menganjurkan naik haji dengan cara berhutang. Karena Allah SWT mewajibkan haji bagi orang-orang yang mampu.

Ads :

Ayo Berlibur ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat