Keutamaan Membaca Al-Qur’an
February 18, 2018
Memperbaiki Shalat, Agar Hati Tenang dan Selamat Dunia Akhirat
February 19, 2018
Show all

Hukum Haji dan Umrah Dalam Keadaan Haid

Wanita dalam setiap bulannya selalu didatangi oleh tamu reguler yang datang secara teratur. Ketika haid datang wanita manapun tak dapat menangguhkan atau menolaknya. Daripada itu bagaimanakah hukumnya seorang wanita yang melaksanakan umrah dalam keadaan haid ? apakah umrah yang dilaksanakannya itu batal atau tidak? Lebih dari itu jawabannya akan kita bahas secara lebih lengkap sebagai berikut :

Wanita yang sedang haid, baik utuk haji maupun umrah hukumnya sah dan dibolehkan. Yang perlu dilakukan, ketika wanita haid sampai di miqat, hendaknya mandi dan istitsfar, kemudian memulai ihram.

Yang dimaksud istitsfar adalah menggunakan pembalut lebih rapat, sehingga dipastikan tidak ada darah yang merembet keluar ke celana.

Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma menceritakan kejadian yang dialami Asma’ bintu Umais, istrinya Abu Bakr as-Shiddiq radhiyallahu anhuma, pada saat rombongan haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Dzulhulaifah (Bir Ali).

Jabir menceritakan tentang masalah wanita umrah dalam keadaan haid,

“Ketika kami sampai di Dzulhulaifah, Asma bintu Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakr. Kemudian beliau menyuruh orang untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ‘Apa yang harus saya lakukan?’ jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Mandilah dan lakukanlah istitsfar dengan kain, dan mulailah ihram,” (HR. Muslim 3009, Nasai 293 dan yang lainnya).

Meskipun hadis Asma’ bintu Umais terkait orang nifas, namun ini berlaku untuk wanita haid, karena hukumnya sama dengan sepakat ulama.

Dalil lain bolehnya ihram dalam kondisi haid adalah peristiwa yang dialami A’isyah radhiyallahu ‘anha. Beliau menceritakan perjalanan hajinya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Kami berangkat dengan niat haji. Ketika sampai di daerah Saraf, aku mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku sedang menangis.”

“Kamu kenapa? Apa kamu haid?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Benar.” Jawab A’isyah.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Haid adalah kondisi yang Allah takdirkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di ka’bah. (HR. Bukhari 294 & Muslim 2976).

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan,

A’isyah pun melakukannya, beliau melaksanakan semua aktivitas orang haji. Hingga ketika beliau telah suci, bliau thawaf di ka’bah dan sa’i antara shafa dan marwah. (HR. Muslim 2996).

Ini menunjukkan bahwa wanita yang mengalami haid ketika umrah dan belum melakukan thawaf, maka dia boleh melakukan kegiatan apapun, selain thawaf, sa’i dan masuk masjidil haram. Dia menunggu sampai suci dan mandi haid. Setelah itu, baru dia thawaf dan sa’i. Nah itulah bahasan mengenai hukum wanita umrah dalam keadaan haid. Semoga bermanfaat.

Ads :

Ayo Berlibur ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat