Tips Berumrah Secara Khusyu dan Khidmat
January 22, 2018
Jangan Cuma Dipajang, Cobalah Gowes Sepeda Hari Ini Juga
January 23, 2018
Show all

Arsitektur Masjidil Aqsa dalam Ibadah Umroh

Arsitektur Masjidil Aqsa dalam Ibadah Umroh

Bangunan Al-Jami’ al-Aqsha berada di Masjid Al-Aqsha bagian selatan dengan kubah keperakan. Bentuk bangunannya persegi dengan luas 35.000 m2, sehingga dapat menampung 5.000 jamaah.  Panjang bangunan masjid adalah 272 kaki(83 m) dan lebarnya 184 kaki (56 m).

Kubah

Kubah berwarna perak yang tersusun dari lapisan timah.

Berbeda dengan Kubah Batu yang mencerminkan arsitektur Romawi Timur klasik, kubah Al-Jami’ al-Aqsha menunjukkan ciri arsitektur islam awal. Kubah yang asli dibangun oleh Abdul Malik Bin Marwan, namun sekarang sudah tidak ada lagi sisanya. Bentuk kubah seperti yang ada saat ini awalnya dibangun oleh Ali Azh Zhahir dan terbuat dari kayu yang disepuh dengan lapisan enamel timah. Pada tahun 1969, kubah dibangun kembali dengan menggunakan beton dan dilapisi dengan aluminium yang dianodisasi sebagai ganti dari bentuk aslinya yaitu lapisan enamel timah yang berusuk. Pada tahun 1983, aluminium yang menutupi bagian luar diganti lagi dengan timah untuk menyesuaikan dengan desain asli Azh-Zhahir

Kubah Al-Jami’ al-Aqsha adalah salah satu dari sedikit masjid dengan kubah yang dibangun di depan mihrab selama periode Umayyah dan Avasiyah contoh lainnya adalah Masjid Umayyah di Damaskus 715) dan Masjid Besar Sousse (850). Interior kubah dicat menurut dekorasi era abad ke-14. Pada kebakaran tahun 1969, cat dekoratif itu rusak dan sempat dianggap sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Namun dengan menggunakan teknik trateggio, yaitu sebuah metode yang menggunakan garis-garis vertikal halus untuk membedakan daerah yang direkonstruksi dengan daerah yang asli, akhirnya dapat diperbaiki kembali dengan sempurna.

Fasad dan serambi

Fasat dan serambi masjid.

Bagian depan (fasat) masjid ini dibangun pada 1065 Masehi atas perintah khalifa Fatimiyah Al – Mustanhir Di bagian muka terdapat bangunan pagar langkan (balustrade) berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-tiang kolom kecil.Tentara Salib merusak fasad ini ketika mereka memerintah Palestina, namun Ayyubiyah memperbaiki dan membangunnya kembali. Fasad juga mengalami penambahan berupa penempelan ubin pada dindingnya. Bahan bekas pakai yang digunakan untuk membangun lengkungan fasad antara lain termasuk bahan hias pahatan yang diambil dari bangunan-bangunan Tentara Salib di Yerusalem. Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasadsebagian besar bergaya Romantik. Mamluk menambahkan lengkungan-lengkungan terluar, yang dibangun dengan mengikuti desain yang sama. Pintu masuk ke masjid adalah dengan melalui lengkungan tengah pada fasad tersebut.

Sebuah bangunan serambi (bilik) terletak di bagian atas fasad ini. Bagian tengah serambi dibangun oleh Ksatra Templar pada masa Perang Salip Peryama, namun Al – Muazzam kemenakan Shalahuddin adalah yang memerintahkan dibangunnya bangunan serambi itu sendiri pada tahun 1217.

ads : yuk jalan jalan dan menjelajahi tempat tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia .

untuk melihat paket kami yg lainnya bisa klik disini

WhatsApp chat