Bersedekah, Pahalanya dan Hukumnya dalam Islam
January 12, 2018
Panduan Lengkap Cara Memilih Sepeda Fixie
January 12, 2018
Show all

Beneran Lho, Kalau Tidak Bisa Berbicara Baik-Baik Mendingan Diam

Zaman sekarang sering kita dengar berita hoax yang dibuat oleh orang tertentu untuk memojokkan pihak lain. Nah, sepertinya orang-orang zaman now tidak bisa berhenti membicarakan aib orang lain yah? Padahal akan lebih baik jika sehari-hari kita melakukan hal positif dan bermanfaat. Lagipula hukum bergunjing itu seperti memakan jasad saudara kita sendiri yang sudah mati. Idih mana mau kan? Karena itu jika tidak bisa berbicara baik-baik, sejatinya kita cukup berdiam diri saja agar tidak ada kata-kata kita yang kemudian menyakiti perasaan orang lain. Sewaktu diam itu sendiri, banyak lagi hal yang bisa dilakukan, misalnya membaca buku dan melakukan hal lainnya yang bermanfaat.

Sekalipun gerakan kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, anda tidak bisa dengan serta merta mengomentari hidup orang lain seenaknya karena islam mengatur Adab pemeluknya dalam berbicara. Simak hal berikut ini :

1. Semua perbicaraan harus kebaikan, dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan: “Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)

2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadis Aisyah ra:

“Bahawasanya perkataan Rasulullah SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)

3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui erti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)

4. Menghindari banyak berbicara lebih baik Berbicara Baik-Baik, kerana khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:

“Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami pada setiap hari Khamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai Abu Abdurrahman (gelaran Ibnu Mas’ud) seandainya anda mahu mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku khuatir membosankan kalian, kerana akupun pernah meminta yang demikian pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab khuatir membosankan kami” (HR Muttafaq ‘alaih)

5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan selain Berbicara Baik-Baik, dari Anas ra bahwa adalah Nabi Muhammad SAW jika berbicara maka baginda mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila baginda mendatangi rumah seseorang maka baginda pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari).

Ads :

Ayo umrah ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Gondangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *