Tips Umrah Untuk Penderita Anemia
January 8, 2018
Haid Ketika Sedang Haji, Bagaimana Hukumnya?
January 8, 2018
Show all

Aturan Berihram, Sederhana Namun Sarat Makna

Aturan Berihram, Sederhana Namun Sarat Makna

Ihram adalah pakaian yang harus dikenakan jemaah umrah sebelum memasuki tanah suci. Tempat di mana jemaah harus memakai ihram dinamakan maqat makani dan sudah ditentukan oleh Rasulullah SAW sejak zaman dulu. Ihram hanyalah dua lembar pakaian sederhana yang menutupi dua bagian tubuh, yang pertama bagian bawah dari pinggang ke mata kaki, dan sisanya untuk menutupi tubuh bagian atas. Pakaian ihram berwarna putih karena warna ini adalah warna kesukaan Allah SWT.

Meski pun hanya pakaian sederhana, Aturan Berihram ternyata lebih baik bila disertai dengan sejumlah amalan. Sebelum berihram, jamaah haji dianjurkan untuk mandi dengan niatan untuk memakai ihram. Ini dilakukan ketika mereka sudah sampai di miqat makani.

Selama membersihkan diri, jamaah haji membersihkan tubuhnya. Kemudian merapihkan janggut, kumis, rambut, dan memotong kuku.

Selesai mandi, jamaah dapat langsung mengenakan ihram.selama mengenakan ihram, mereka tidak lagi mengenakan pakaian berjahit.

Aturan Berihram, jamaah tidak boleh mengenakan wewangian. Namun, apabila masih ada wewangian tersisa di badan, maka tidak menjadi masalah. Dalam sebuah hadist diceritakan sebelum memulai ihram, ada sisa wewangian atau misik di sela-sela rambut Rasulullah SAW. Wewangian itu tidak dihilangkan meski pun Rasululah SAW sudah mengenakan ihram. (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah).

Dalam sebuah hadits diceritakan, istri Rasulullah, Aisyah, biasa menggosokkan minyak wangi kepada Rasulullah ketika ihram, juga ketika tahallul sebelum ia tawaf. (Bukhari dan Muslim).

Ketika berjalan menuju Tanah Suci, jamaah sudah bisa meniatkan untuk apa berihram. Ada yang berniat untuk berhaji. Ada juga yang berumrah, atau keduanya.

Jamaah disunahkan mendirikan shalat dua rakaat dengan niat, sebagai Aturan Berihram. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Kafirun setelah membaca Al-Fatihah. Pada rakaat kedua, jamaah dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas setelah membaca Al-Fatihah.

Jamaah disunnahkan untuk selalu mengcapkan talbiyah, labbail Allahumma labbaik… dan seterusnya. Lafaz ini tak harus diucapkan dengan keras. Cukup dengan suara perlahan agar tidak mengganggu kenyamanan.dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak memanggil zat yang tuli atau pun yang tidak hadir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ads :

Ayo umrah ke tempat wisata favorit dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di : Jalan Cut mutia no 9 Godangdia Sofyan Hotel Betawi Lt.2, DKI Jakarta, 10330 Telp./Fax : +62-21-3190-7615 Email : tours@amicaletravel.com

WhatsApp chat