Sejarah Dilaksanakannya Ibadah Umrah
January 1, 2018
Banyak Hal Tentang Ibadah Haji Ifrad Yang Harus Diketahui
January 2, 2018
Show all

Hukum Berhaji dengan Uang Pinjaman Kredit

Hukum Berhaji dengan Uang Pinjaman Kredit

Berhaji dengan Uang Pinjaman Kredit maka hal itu merupakan dosa yang sangat besar.

Pengharaman riba sangat dikenal dalilnya. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbua zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)” (QS. Al-Baqarah: 278-279)

Allah Ta’ala berfirman, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya, dan urusannya terserah kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 275)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallah alaihi wa sallam melaknat orang yang makan riba dan memberi makan dengan riba.” (HR. Muslim, no. 1597)

Bagaimana seorang muslim rela melakukan perbuatan yang mendapatkan ancaman perang dari Allah Ta’ala hanya untuk melaksanakan haji, padahal ketika itu dia belum diwajibkan jika dirinya belum mampu.

Telah disebutkan dalam soal jawab, no. 20107, 11179 tentang penjelasan diharamkannya pinjaman kredit dan bahwa hal itu termasuk riba. Adapun terkait dengan sahnya haji, maka hajinya sah walaupun harta yang digunakan untuk melaksanakan haji berasal dari harta yang haram. Akan tetapi bukan haji yang mabrur.

  • Sehingga sebagian ulama berkata,
  • Jika Berhaji dengan Uang Pinjaman Kredit  atau dengan harta yang asalnya haram, engkau pada hakekatnya tidak haji, akan tetapi yang haji hanyalah hewan tunggangannya.
  • Allah tidak menerima kecuali sesuatu yang baik
  • Tidak setiap yang melaksanakan haji di Baitullah mendapatkan haji mabrur.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, ‘Jika seseorang menunaikan haji dengan harta yang haram, atau mengendarai hewan tunggangan hasil rampasan, maka dia berdosa, namun hajinya sah dan dianggap, menurut pendapat kami. Itu adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, Al-Abdari, begitu pula pendapat sebagian besar para fuqoha. (Al-Majmu’, 7/40)

Ulama Al-Lajnah Ad-Da’imah, ‘Apa hukum orang yang menunaikan haji dari harta yang haram, maksudnya dari keuntungan jual beli narkoba, kemudian mereka mengirim ongkos haji untuk bapak-bapak mereka untuk berhaji, meskipun ada di antara mereka yang mengetahui bahwa harta tersebut diperoleh dari jual beli narkotika. Apakah hajinya diterima atau tidak?

Mereka menjawab, ‘Berhaji dengan Uang Pinjaman Kredit  atau dengan ongkos dari harta yang haram tidak menghalangi sahnya haji, namun dia tetap berdosa karena harta yang berasal dari harta yang haram. Hal itu dapat mengurangi pahala haji, namun tidak membatalkannya.’ (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta, 11/43).

Ads :

Yuk umrah dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di :

Jalan Cikini Raya No.60, FGMN, Gedung Arva LT Basement Telp 021-390-97-86 Email : tours@amicaletravel.com

WhatsApp chat