Kenapa Sepeda Fixie Ini Sangat Menarik
December 5, 2017
Sepedaan di Jakarta, Having Fun Sekaligus Rekreasi
December 5, 2017
Show all

Ajak Si Kecil Belajar Menaiki Sepeda Roda Tiga

Yang jelas, Bu-Pak, dengan si kecil melatih kemampuan menaiki sepeda roda tiga, maka perkembangan fisik, mental, dan sosialnya akan berjalan seiring dan saling mendukung. Soalnya, dengan fisik yang bagus, ia punya kesempatan bereksplorasi lebih banyak. Selain itu, anak yang sehat biasanya akan merasa perlu dan selalu bergerak.

Nah, hal ini, kan, amat mendukung perkembangan mental dan sosialnya dibanding anak yang tak banyak bergerak alias pasif. Dengan demikian belajar naik sepeda roda tiga, diharapkan perkembangan mental dan sosialnya juga bagus.

Berdasarkan tes tertentu, penguasaan motorik kasar malah bisa dijadikan barometer untuk mengamati perkembangan/kemampuan anak selanjutnya. “Mereka yang tak mengalami hambatan dalam penguasaan kemampuan ini, diharapkan tak mengalami masalah dalam perkembangan bahasa maupun kemampuan bersosialisasi dan kematangan kepribadiannya. Pasalnya, perasaan mampu pada tiap orang akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirinya sebagai individu.

Jadi, jangan mentang-mentang si kecil masih batita kita lantas melarangnya belajar sepeda roda tiga karena takut ia terluka lantaran terjatuh, atau malah melecehkannya, , “Adek, kan, masih kecil, mana bisa naik sepeda? Tuh, lihat, kaki Adek aja belum nyentuhke pedalnya!”

Wong, kemampuannya memang belum sampai di situ, kok. Justru itu ia perlu belajar dan diajarkan agar memiliki kemampuan tersebut dan optimal perkembangannya.

Bukan berarti kita lantas memaksakan diri membelikan si kecil sepeda roda tiga, lo, sementara kondisi keuangan tidak memungkinkan. Toh, masih banyak cara bisa dilakukan untuk melatih si kecil mengoptimalkan kemampuan motorik kasarnya. Salah satunya, latihan berjalan di atas titian berupa tali yang kita bentangkan di lantai. Awalnya mungkin ia gagal atau menemui kesulitan saat melewati titian ini, tak mengapa. Dengan banyak berlatih, lama-lama ia bisa dengan mudah melaluinya.

Latihan lain, ajak si kecil mencoba berdiri dengan salah satu kaki selama 5-10 detik. Tentu awalnya sambil kita pegangi atau ia berpegangan pada dinding/kursi. Selanjutnya, minta ia lakukan hal tersebut tanpa berpegangan selama 1-2 detik. Latihan ini, terang Lidia, selain melatih keseimbangan/koordinasi tubuh, juga baik untuk menguatkan dan membiasakan otot-otot kaki menopang beban tubuh.

Namun perlu diingat, penguasaan kemampuan motorik kasar memiliki jenjang/tingkatan tersendiri. “Untuk bisa menguasai gerakan yang menggunakan alat, biasanya anak sudah punya kematangan pada gerakan-gerakan serupa tanpa alat,” terang Lidia.

Atau, sebelum mampu menguasai gerakan majemuk, ia harus mampu dulu menguasai gerakan tunggal sampai lancar menaiki sepeda roda tigaGerakan meniti, misal, hanya bisa dilakukan setelah si kecil mampu berjalan kokoh karena ia dituntut memperhatikan aspek keseimbangan tubuh.

Ads :

Yuk jalan-jalan dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di :

Jalan Cikini Raya No.60, FGMN, Gedung Arva LT Basement Telp 021-390-97-86 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat