Air Zam-Zam, Oleh-Oleh Haji dan Umrah
November 29, 2017
Cara Pergi Umrah Tanpa Agen
November 29, 2017
Show all

Virus MERS Salah Satu Penyakit Balik dari Umrah

Virus MERS salah satu Penyakit Balik dari Umrah yang Mengancam Jemaah Umrah dan Haji

Virus Middle East respiratory syndrome corona (MERS-CoV) awalnya merebak di Arab Saudi. Sudah ada 181 orang meninggal dunia dan 614 orang yang terinfeksi. Tapi hingga kini pemerintah belum mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Arab Saudi. Benarkah ini terkait dengan pelaksanaan umrah dan haji agar tak membuat jemaah panik?

Asal tahu saja jumlah jemaah umrah dan haji yang akan berangkat ke tanah suci tidaklah sedikit. Kebanyakan jemaah malah ada yang ngotot tetap berangkat umrah meski Penyakit Balik dari Umrah di Arab Saudi masih berlangsung.

Ilmuwan juga masih kesulitan menemukan penyebab virus MERS ini. Semula diduga dari burung Unta namun belakangan melebar ke kelelawar. Masih misteriusnya virus MERS membuat pencegahan dan pengobatannya secara medis juga belum seragam.

Pasien yang terkena virus ini diperlakukan seperti pasien yang terkena flu burung, diisolasi dan dipantau masa kritisnya. Bukan apa-apa virus MERS bisa menyebabkan orang meninggal dunia jika tak tertangani dengan segera.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengakui sampai hari ini Pemerintah memang belum memberikan warning kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak berkunjung dulu ke semenanjung Arab Saudi.

Alasannya, dua pasien asal Indonesia yang diduga meninggal dunia karena virus MERS-CoV belum diketahui hasilnya. Apakah positif atau negatif. Menurutnya, memang tidak boleh melarang orang untuk ibadah kalau belum positif.

Hanya saja, ia selalu mengimbau agar para calon jamaah haji atau umrah lebih waspada dan tidak panik dengan Penyakit Balik dari Umrah. Beribadahlah dengan penuh keikhlasan, dan tak perlu takut akan tertular virus ini. Asalkan para calon jamaah melakukan apa yang menjadi larangan, maka risiko terkenanya pun sangat minim.

Untuk mencegah terjadinya penularan Penyakit Balik dari Umrah, Kemenkes telah bekerjasama dengan banyak pihak. Termasuk, pengelola dari agen perjalanan haji atau umrah. Tak cuma itu, pihaknya juga telah mengirimkan surat edaran ke seluruh dinas kesehatan daerah untuk disampaikan pada masyarakat.

Menurut Ali, jika memang virus MERS makin membahayakan mau tak mau sebaiknya ditunda dulu ibadah umrah dan hajinya. Meski waktu ibadah haji masih sekitar sekitar 5 bulan dari sekarang, namun keganasan virus MERS bisa membuat rencana berhaji atau umrah terganggu.

“Kalau memang bisa, tunda saja dulu umrah atau hajinya. Kalau memang tetap mau berangkat, silakan saja. Kami tidak bisa melarang. Tapi tetap, harus mengikuti anjuran yang sudah diberikan Kementerian Kesehatan mengenai Penyakit Balik dari Umrah” kata Ali.

Sementara Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan hingga saat ini tidak ada penundaan jemaah umrah. Pihak Arab Saudi juga tidak membatasi visa kunjungan.

“Tidak benar. Minggu lalu kami melakukan pertemuan dengan negara-negara OKI, dimana saya sebagai ketua OKI, kita sepakat bahwa Saudi tetap berusaha untuk melakukan pecegahan sebaik-baiknya,” kata Nafsiah di sela-sela acara Tahir Foundation di RS Mayapada, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Meski tak ada pelarangan, namun Menkes mengimbau untuk sejumlah orang yang masuk kategori tertentu untuk tidak ke Tanah Suci dulu karena merebaknya Penyakit Balik dari Umrah.

“Namun dianjurkan agar yang rentan tunda dulu, apalagi mereka di atas 65 tahun, ibu hamil atau yang sudah ada penyakitnya. Dihimbau jangan, karena kalau ada yang memaksa pergi, siapa yang mau disalahkan,” tegas Menkes.

Bisa saja menurut Menkes, di Tanah Suci jemaah sehat-sehat saja, tapi baru ketahuan gejalanya Penyakit Balik dari Umrah setelah pulang. “Kalau ternyata di sana belum terdekteksi sampai mereka kembali, ya meskipun kita punya scan, bisa saja saat itu mungkin dia belum panas. Itu yang kita khawatirkan, kalau bisa ditunda harap ditunda,” ungkap Menkes.

Ads :

Yuk umrah dan menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di :

Jalan Cikini Raya No.60, FGMN, Gedung Arva LT Basement Telp 021-390-97-86 Email : tours@amicaletravel.com

Comments are closed.

WhatsApp chat