Mencoba Sepeda dengan Setang Tegak
November 13, 2017
Alasan Hobi Gowes Sepeda
November 13, 2017
Show all

Fakta Gowes Berikut Harus Anda Ketahui

mountain_bike_jumping

Kali ini kami akan share apa sih Fakta Gowes yang belum kita tahu? karena segala sesuatu ada kali pertamanya. Demikian pula dengan aktivitas bersepeda atau lebih dikenal dengan gowes. Bagi mereka yang sudah menjadikan gowes sebagai aktivitas rutin mungkin hal-hal di bawah ini sudah luput dari perhatiannya, tapi tidak demikian bagi mereka newbie, yang baru beraktivitas dan mulai menikmati aktivitas ini, ada hal-hal menarik dari cerita bersepeda. Berikut adalah fakta-fakta menarik itu – versi mimin.

1. Gowes tidak identik dengan baju sepeda ketat (lycra)

Fakta Gowes pertama, ini yang menahan mimin melakukan aktivitas gowes lebih awal. Ada sebuah ketidakberanian untuk memakai baju dari lycra yang sangat ketat pas di badan sehingga mau tidak mau memperlihatkan lekukan tubuh pemakainya. Masalahnya adalah tidak ada yang perlu dibanggakan dari bagian tubuh mimin: perut sudah maju, pantat malah mundur.

Bayangan lekuk perut six pack itu hanya ada di angan. Menyakitkan. Selidik punya selidik, pakaian ketat di badan itu umumnya dipakai oleh para gowesman dan goweswati penggowes jalanan, maksudnya pesepeda jalan raya. Bagi mereka biking for fun, yang jarambah ke kampung-kampung, pematang sawah dan lain-lain, tidak ada aturan baku untuk itu. Celana pendek di bawah lutut yang dipakai sehari-hari pun jadi. Juga kaos peninggalan kampanye pun oke pula.

2. Merasakan jadi billboard berjalan

Fakta Gowes kedua, Perihal baju, yang jamak dipakai oleh para penggowes adalah baju yang agak ketat. Memang umumnya bajunya sepas badan, makanya biar bentuk tubuh penulis tidak terlihat seperti perempuan hamil enam bulan, akhirnya diakalin dengan memilih yang ukurannya XXL. Yang menarik adalah umumnya baju itu penuh tulisan-tulisan yang ngejeblag gedenya. Awalnya sih cukup mengganngu dan merasa seperti billboard berjalan. Tapi lama kelamaan, keren juga ya orang lain bisa baca dan berujung tahu ada makhluk yang bernama seperti itu – yang umumnya adalah nama perusahaan tempat pegowes bekerja. Di sini mungkin tepat sebuah judul filem jadul: Bold is beautiful. Halah

3. Protect your future children

Fakta Gowes ketiga, perihal celana banyak lucunya. Selain celana ketat lycra yang memperlihatkan tonjolan di daerah yang bisa menjadi kebanggaan atau aib bagi pemakainya (bagi pria), ternyata pegowes pun dihadapkan kepada tawaran menarik dengan tujuan untuk “protect your future children”. Maksud loh? Begini. Hari pertama gowes itu sangat menyenangkan dan melelahkan. Juga menyakitkan. Sakitnya itu bukan di sini (model Cita Citata), tetapi di youknowwhere. Di situ tu, di pangkal paha yang menjepit kemaluan, istilah Sundanya palangkakan.

Sakit di sini umumnya juga dimulai dari daerah sekitar pantat atau ekor yang kemudian menjalar ke sana. Kalau sudah terasa sakit, maka bisa jadi akan terasa sakit ketika penggowes kencing. Hal ini umum terjadi pada pegowes pemula yang belum menemukan bentuk kenyamanan duduk di atas sepeda. Dengan dasar menghindari rasa sakit, dan tentunya melindungi sang “adik” sehingga bisa menyelamatkan anak-turuanmu kelak (halah), ditemukanlah sebuah rekayasa celana. Muncullah celana dengan pad atau busa tebal.

Celana itu banci. Disebut celana dalam tidak, disebut celana luar juga bukan (kecuali mereka yang memiliki keberanian tinggi memakainya). Celana itu dipakai setelah celana dalam dan sebelum celana luar. Nyamankah memakai celana berpadding seperti itu? Suwer, nggak. Bagaimana tidak, jika memakai celana seperti itu penulis bak merasakan nasib seorang anak balita yang memakai popok (pampers).

Atau mungkin seperti istri yang sedang datang bulan memakai pembalut. Entahlah, karena penulis belum pernah pakai pampers maupun pembalut – ih, emang gue cowok apaan. Yang pasti terasa adalah adanya sesuatu yang mengganjal. So, kalau tidak nyaman, kenapa dipakai? Ya itu tadi demi protect your future children. Setidaknya dengan memakai celana seperti itu, aktivitas akan lebih mengasyikan karena intensitas sakitnya jauh terkurangi karena si pantat duduk dengan cukup nyaman.

4. Pegowes adalah orang paling ramah sedunia

Fakta Gowes keempat, “Ah, itu pendapat penulis saja?”. Halah. Memang. Itu pendapat penulis. Tapi ada dasarnya. Ketika pertama kali gowes sendirian, penulis sering berpapasan dengan goweswan individual lainnya. Apa yang mereka lakukan ketika berpapasan itu? Kadang mereka melemparkan senyum. Kadang mereka menyapa sangat singkat “Pagi Pak”. Kadang mereka melambaikan tangan. Atau terkadang mereka melakukan semuanya berbarengan.

Bayangkan. Itu berpapasan dengan orang lain loh. Di era modern seperti sekarang ini, rasanya menyapa dengan orang yang berpapasan adalah sebuah aktivitas langka – kecuali berpapasan dengan orang yang dikenal. Benar gak, benar gak? Tapi tidak dipungkiri juga ada pegowes yang begitu meresapi dunianya, sehingga mereka asyik dengan dirinya dan tidak menyapa. “Ah, mungkin dia sedang berpikir, sedang terlalu banyak masalah”. Atau mungkin ada juga penggowes yang tidak menyapa, tidak senyum dan tidak melambaikan tangan, karena semuanya sudah diganti dengan sebuah alat. Bel sepeda. Kriiing.

Perhatikan semua fakta gowes ini ketika menjelajahi tempat-tempat eksotik nan indah bersama amicaletravel. Tersedia produk-produk perjalanan wisata ke banyak lokasi wisata terkenal di seluruh dunia.

Hubungi kantor kami di :

Jalan Cikini Raya No.60, FGMN, Gedung Arva LT Basement Telp 021-390-97-86 Email : tours@amicaletravel.com

WhatsApp chat